Adik perempuanku tidur untuk selamanya sekitar pukul setengah tujuh
pagi. Dia pergi saat matahari baru saja terbit dan memberikan sinarnya pada dunia.
Orang-orang yang mengalami hal ini pasti tahu bahwa duniamu akan mendadak
terbalik, dan sesuatu di dalam dirimu berubah untuk selamanya
Awalnya, aku yakin aku tidak akan pernah tersenyum lagi, tidak akan
pernah lagi menemukan kebahagiaan dari kehidupan yang terus berjalan. Pada saat
pemakamannya, aku tetap tidak bisa meneteskan air mata. Tapi, saat aku mulai
bisa merasa senang, aku akan merasa bersalah. Bagaimana mungkin aku bisa merasa
demikian, setelah kematian adikku?
Di beberapa bulan pertama, malam-malamku terganggu oleh mimpi-mimpi
aneh. Tidurku gelisah, kemudian aku akan terbangun dengan terkejut, serta
tubuhku basah oleh keringat. Aku memimpikan kecelakaan pesawat, mobil terbakar
juga terjatuh dari tepi jembatan dan jurang. Mimpi-mimpi mengerikan itu tampak
tidak masuk akal, tetapi sesungguhnya menggambarkan keputusasaan yang
kurasakan. Lalu, pada suatu malam, sekitar 3 tahun setelah kematian adikku, aku
bermimpi sesuatu yang akan mengubah segalanya.
Dalam mimpi itu, aku sedang duduk di tengah-tengah hadirin, dan
bersama-sama kami menyaksikan adikku bernyanyi di panggung. Adikku sangat suka
bernyanyi. Saat SMA, dia sering tampil di acara sekolah bersama band-nya. Kami
sekeluarga menghadiri sebagian besar acara di sekolahnya. Kini, di dalam mimpiku,
dia kembali tampil bermain, berdiri di tengah-tengah panggung. Aku bisa
mendengar, bahkan merasakan, musiknya menarikku mendekat ke arahnya,
seolah-olah aku mengambang! Satu-satunya keinginanku adalah mendekat kepadanya,
sedekat yang kubisa. Tubuhku terangkat. Aku berhenti persis di baris depan
penonton. Musik dan lagu indah terus dimainkan, dan aku bisa melihat tangan
adikku meraih untuk membalik lembar-lembar kertas lagu di hadapannya. Bagian
ini, sebenarnya, ironis, karena dia tidak pernah menggunakan buku atau
kertas-kertas lagu ataupun catatan dalam setiap penampilannya….adikku berlatih
sampai dia hafal setiap lagu.
Lalu, belum lagi adikku sempat membalik kertas-kertas lagunya,
kertas-kertas itu jatuh. Berlembar-lembar kertas terbang ke udara dan jatuh ke
lantai di sekitarnya. Musik berhenti. Empat pemain yang ada di belakang adikku
juga berhenti bermain musik. Suasana di sekitar menjadi sunyi.Aku berjalan ke
depan,berniat mengumpulkan kertas-kertas tadi.
Tiba-tiba, dia menghentikanku. Dia menatap kedua mataku dan
menyampaikan pesan yang amat jelas bagiku, meskipun dia tidak mengatakan apa
pun. “Gak pa-pa, Mbak. Musik dan lagunya harus berhenti sekarang. Memang sudah
seharusnya begitu!”
Rasa damai menyelimuti diriku. Aku tidak tahu mengapa, atau
bagaimana, tetapi aku terbangun dengan perasaan damai masih sangat menyatu
dalam diriku. Dan perasaan itu tetap tinggal untuk waktu yang amat sangat lama.
Aku percayaa ada begitu banyak hal dalam kehidupan ini yang tidak
akan pernah kita pahami. Kita bisa meneriakkan begitu banyak pertanyaan kepada
langit, menuntut jawaban. Tetapi, ada kalanya jawaban itu tidak pernah datang,
malah sering kali, barangkali melalui mimpi, kita dianugerahi dengan perasaan
damai…sesuatu yang melampaui pemahaman mengenai apapun!!
