Thursday, July 12, 2012

Di Balik Sebuah Mimpi....


Adik perempuanku tidur untuk selamanya sekitar pukul setengah tujuh pagi. Dia pergi saat matahari baru saja terbit dan memberikan sinarnya pada dunia. Orang-orang yang mengalami hal ini pasti tahu bahwa duniamu akan mendadak terbalik, dan sesuatu di dalam dirimu berubah untuk selamanya

Awalnya, aku yakin aku tidak akan pernah tersenyum lagi, tidak akan pernah lagi menemukan kebahagiaan dari kehidupan yang terus berjalan. Pada saat pemakamannya, aku tetap tidak bisa meneteskan air mata. Tapi, saat aku mulai bisa merasa senang, aku akan merasa bersalah. Bagaimana mungkin aku bisa merasa demikian, setelah kematian adikku?

Di beberapa bulan pertama, malam-malamku terganggu oleh mimpi-mimpi aneh. Tidurku gelisah, kemudian aku akan terbangun dengan terkejut, serta tubuhku basah oleh keringat. Aku memimpikan kecelakaan pesawat, mobil terbakar juga terjatuh dari tepi jembatan dan jurang. Mimpi-mimpi mengerikan itu tampak tidak masuk akal, tetapi sesungguhnya menggambarkan keputusasaan yang kurasakan. Lalu, pada suatu malam, sekitar 3 tahun setelah kematian adikku, aku bermimpi sesuatu yang akan mengubah segalanya.

Dalam mimpi itu, aku sedang duduk di tengah-tengah hadirin, dan bersama-sama kami menyaksikan adikku bernyanyi di panggung. Adikku sangat suka bernyanyi. Saat SMA, dia sering tampil di acara sekolah bersama band-nya. Kami sekeluarga menghadiri sebagian besar acara di sekolahnya. Kini, di dalam mimpiku, dia kembali tampil bermain, berdiri di tengah-tengah panggung. Aku bisa mendengar, bahkan merasakan, musiknya menarikku mendekat ke arahnya, seolah-olah aku mengambang! Satu-satunya keinginanku adalah mendekat kepadanya, sedekat yang kubisa. Tubuhku terangkat. Aku berhenti persis di baris depan penonton. Musik dan lagu indah terus dimainkan, dan aku bisa melihat tangan adikku meraih untuk membalik lembar-lembar kertas lagu di hadapannya. Bagian ini, sebenarnya, ironis, karena dia tidak pernah menggunakan buku atau kertas-kertas lagu ataupun catatan dalam setiap penampilannya….adikku berlatih sampai dia hafal setiap lagu.

Lalu, belum lagi adikku sempat membalik kertas-kertas lagunya, kertas-kertas itu jatuh. Berlembar-lembar kertas terbang ke udara dan jatuh ke lantai di sekitarnya. Musik berhenti. Empat pemain yang ada di belakang adikku juga berhenti bermain musik. Suasana di sekitar menjadi sunyi.Aku berjalan ke depan,berniat mengumpulkan kertas-kertas tadi.

Tiba-tiba, dia menghentikanku. Dia menatap kedua mataku dan menyampaikan pesan yang amat jelas bagiku, meskipun dia tidak mengatakan apa pun. “Gak pa-pa, Mbak. Musik dan lagunya harus berhenti sekarang. Memang sudah seharusnya begitu!”

Rasa damai menyelimuti diriku. Aku tidak tahu mengapa, atau bagaimana, tetapi aku terbangun dengan perasaan damai masih sangat menyatu dalam diriku. Dan perasaan itu tetap tinggal untuk waktu yang amat sangat lama.

Aku percayaa ada begitu banyak hal dalam kehidupan ini yang tidak akan pernah kita pahami. Kita bisa meneriakkan begitu banyak pertanyaan kepada langit, menuntut jawaban. Tetapi, ada kalanya jawaban itu tidak pernah datang, malah sering kali, barangkali melalui mimpi, kita dianugerahi dengan perasaan damai…sesuatu yang melampaui pemahaman mengenai apapun!!