Saturday, October 13, 2012

Damn Imagination

Terbenam di pelukan Bayu
Alirkan sejuta makna sendu
Bergelung atma tak tentu
Rengkuh aku dibalik kabut biru.

Si merah pun berubah layu
Seruan kirana indah mendayu
Gemulai ulurkan selendang dibalik kelambu
Tak malu
Tak ragu cercaan jadi satu
Untuk apa malu!!
Jika harus kembali ke masa lalu

Potret buram t'lah ditangan sang Bayu
Tak usah hiraukan aku!!!
Terus dendangkan lagu
Dengan petikan gitarmu
Agar aku tak risau selalu

Bayangmu muncul di air wudhuku
Akh...hanya halusinasiku

Mata dibutakan kenangan masa lalu
Nyalang tatap rupamu
Tak jua enyahkan malu
Kecam imaji bertabur kupu-kupu
Sisakan desah bermakna rancu


Saturday, October 6, 2012

Hitam



Berkabung, kematian, kesedihan, dan masih banyak lagi arti dari kata “hitam”. Banyak yang tidak suka dengan warna ini. Ada yang menafsirkan dengan hal-hal yang berbau negatif seperti klenik, angker, misterius, dan sebagainya.

Aku suka hitam, kucingku hitam, rambutku hitam, mataku dan semua yang melekat di ragaku berwarna hitam (termasuk kulit hehehe). Yang paling tidak kusuka dengan hitam adalah julukan yang diberikan teman-teman sekolah untukku. Julukan yang paling menyakitkan buatku adalah Si Gemblong. Kalian pasti tahu apa itu gemblong. Gemblong adalah jajanan pasar yang terbuat dari ketan dan warnanya hitam. Minder dan malu rasanya mendapat julukan tersebut. Rasanya enggan untuk keluar rumah. Tapi akhirnya aku bisa melampaui semuanya sampai saat ini dengan berusaha untuk menjadi yang terbaik diantara mereka yang mencemoohku.

Mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan besar menjadi suatu kebanggaan tersendiri buatku. Lagi-lagi masalah hitam yang mencuat dan semakin menohok perasaan dan harga diriku. Posisi sebagai seorang sekretaris direksi menjadi pertaruhan antara ego dan harga diri. Diharuskan menjadi cantik, berpenampilan menarik, dan berpostur proposional adalah kendala yang sangat pelik buatku (mungkin juga buat kamu). Kamu lihat saja aku, cantik..enggak. Hitam…iya…Huff..diskriminasi warna kulit dan bentuk tubuh ternyata masih ada di negara ini. Akhirnya, resign menjadi pilihan yang terbaik. Apakah menjadi yang terbaik harus diukur dari fisik saja? Masih banyak perusahaan yang membutuhkan skill dan kecerdasan daripada kecantikan fisik.

Hitam juga bisa menyesatkan. Bisa membuat kita hilang arah. Menggapai dalam pekatnya kegelapan dan membutakan mata hati seperti yang terjadi dengan negara kita saat ini. Hasrat, ambisi, prestige, harta, kedudukan, dan kawan-kawannya telah menghitamkan mata mereka. Hmmm..mereka ternyata tak lebih baik daripada tukang pijat tunanetra yang dalam kehitaman masih bisa melihat jalan terang. Bukannya mencari jalan terbaik dan bekerjasama menyelesaikan berbagai masalah, eh malah membuat negara kita menjadi semakin hitam.

Yang paling unik dan yang paling kusuka dengan hitam adalah Komunitas Punk dengan semua atribut Gothic dan hitamnya. Pada awalnya yang ada di benakku hanya kata seram dan aneh. Ingin rasanya jauuuuuhhh dari mereka. Tapi ternyata tidak bisa. Why?...
Cerita ini terjadi pada waktu aku kuliah sekitar tahun 2000-2005, aku mau tidak mau harus lewat di depan mereka (punkers) baik berangkat maupun pulang kuliah. Mereka setiap hari eksis di dekat kampus (karena markas mereka memang ada disitu). Pada suatu hari, aku ambil kelas malam. Tiba-tiba, ada seorang pria tak dikenal langsung menggandeng tanganku. Kaget sekali pada saat itu. Sempat terjadi pertengkaran kecil. Tak dinyana, beberapa anak punk menghampiri kami dan langsung menghardik pria tersebut. Tentu saja pria tersebut lari tunggang langgang. Bahkan yang aku tidak sangka, mereka (punkers) mengantar sampai di depan kosanku. Jadi terharu melihat dan merasakan kebaikan mereka hiks hiks hiks. Sampai aku lulus, mereka selalu menemaniku tanpa imbalan apapun. Untuk itulah, seluruh isi thesisku mengupas habis tentang ‘Gothic’ dan aku dedikasikan untuk mereka. Pada saat aku wisuda, mereka datang. That’s a moment I never forget in my life. Sampai sekarang, kami masih sering kontak lewat jejaring sosial dan juga telepon. I miss you guys…

Ada banyak hitam di sekitar kita. Hitam kan tidak hanya dilihat dari warna saja. Seperti puisiku yang berjudul “Hitam Warnanya” berikut ini:

Hitam kucingku
Bulunya hitam, warna hitam
Bola mata hitam
Hitam jantung
Hitam hati sehitam malam kelam
Mata hitam yang memandang
Lalu….
Dalam malam ia haus warna hitam
Terbayang kucing malam
Dalam bayang membayang
Keanekaragaman
(penuh bayang hitam membayanginya
Oh, malangnya kucingku)

Nah lho, isi dunia ini penuh dengan keanekaragaman yang sangat indah sekali. Hitam itu berkah. Hitam itu anugerah. Menjadi ‘hitam’ jangan kita sesali karena itu adalah pilihan hidup dari Tuhan untuk kita syukuri. Jangan pernah memandang sebelah mata dan bepikir picik dengan “Hitam”. I love everything about BLACK.





Wednesday, October 3, 2012

Berita Duka Daun-Daun


Wajah beku membatu
Menghiasi kesedihan alam
Daun-daun tak lagi melambai ketika disapa angin
Ia gugur sebelum menguning
Sebelum tubuhnya kering
Merana tanpa ratapan
Sengsara tanpa isakan
Daun-daun diam seperti dibungkam.

Hujan yang dulu karib dengannya
Kini malah mengguyur tanpa rasa iba
Bahkan menyeret beberapa tanah
Dan daun-daun itupun terkubur

Pupus sudah harapan daun-daun
Ia telah gugur, ia telah terkubur
Ketika pagi tiba
Betapa terkejutnya sang Mentari
Karena daun-daun itu
Tak lagi menyambutnya.

Monday, October 1, 2012

Mentari Yang Hampir Mati


Sometimes I feel like I don't have a partner.

Sometimes I feel my only friend is the city I live in.The city of angel (RHCP)

Terkadang kesendirian merupakan sesuatu yg begitu indah.
Tatkala senja melihat camar pulang ke peraduan.
Ketika insan khusuk menikmati malam tanpa bintang.
Saat masa merobek benang khayal yg telah terpasang.

Menyapa mentari yg hampir mati.
Menghela napas yg tercekat.
Kala sinar harapan harus terkubur sunyi.
Sendiri....
I do never a beggar of uncertainty.
I do never wish for your generous sight.
But please take or look deeper in my bottom heart.
There're too many hope quarreling.
Just for your nice little pinky smile.

Menyusun pecahan sukma berserak.
Berdiri di sebelah kaki berpijak.
Menari beriring lagu sepi.
Mengharap secercah sinar nurani.
Mentari yang hampir mati.

Curang

Oiiii....
Jangan bilang gak denger
Gak mungkinlah kalo gak denger.

Ini apa ini?
Kondisi macam apa ini??
Tontonan apalagi yang bisa diharapkan dariku saat ini?
Iya, saat-saat ini!

Bukannya tak terhitung,
aksiku berakhir mengecewakan?
Masih percaya padaku?
Aku ragu jikalau itu aku

Sudah habis asaku, 
hatiku, dayaku, akalku.
Tetapi masih saja.....
Apa istimewanya aku?

Ingat hari itu?
Hari dimana aku dibawa,
kembali ke bumi?
Apa istimewanya aku?

Jawab!!!!
Aku masih tak mengerti alasannya.

Sekarang....
Tontonan apalagi yang bisa diharapkan dariku saat ini?
Kondisi macam apa ini??
Ini apa ini?

Kembali ku-peroleh,
HIDUP SEGAN
MATI TAK GAMPANG
BUNUH DIRI-PUN TAK BOLEH

Api

Malam ini aku mengenang
diriku...
Lewat Sting dan Queen
juga Kashmir dari Led Zeppeline.
Mengenang api yang pernah menyala begitu nyalang
Membakar hutan
Menjadi arang

Adikku

Adikku
Selamat tidur
Jangan lupa tersenyum
Dan sampaikan salamku
Untuk malaikat di atas sana.

Adikku
Jangan tidur sambil murung
Ibu titip salam untukmu
Dia bilang
Mungkin tidak bisa menabur bunga setiap hari
Tapi pasti disimpan dalam hati
Jangan lupa
Tunggu aku
Buatkan tenda yang bagus untuk kita
Aku akan menemanimu secepatnya
Mungkin sore ini
Kala pelangi sudah tak ada.

Sssssttt....Rahasia....


Tangis sendu mengiringi diriku tuk yang ku rindu
Lepas tanganmu tak melepas harapanku
Tiada kata tuk berpisah
Sedih hati menambah resah


Lamunan hatiku menunggu dirimu
Sayu sembilu………
Tanpamu ku rasa semu
Menunggu yang ku rindu


Harap tuk bertemu,tak mungkin jua tuk bersatu
Segala cinta yang ada,terlarang adanya
Tumbuh cinta dalam cinta
Tersirat hasrat jiwa,hati yang merana

Black Hole Lover

Kekasihku, akulah bintangmu yang jatuh
engkau tersesat seribu tahun cahaya
kubakar sendiri cintaku sampai habis
redup, pun cahayamu menerpa
aku tak lagi
aku runtuh
menjadi monster lubang hitam
kumakan sendiri dengan doa dan harapan
kenangan, kata, puisi, lagu,
mimpi, hasrat, birahi, rindu,
semua lebur tanpa bentuk!!!
tanpa kembali 
ke semesta yang kukenal.

Kekasihku, akulah bintang yang runtuh
aku menjadi monster tanpa rupa
melayang di angkasa misteri-misteri hati
menjadi saksi keajaiban hidup tak terperi
aku menelanmu kalau bisa
sampai hidup menjadi tak bernama
sampai lahir bintang baru
yang bukan siapa-siapa.


Gundah


Aku mengerti,
puisi tidak berbuat apa pun demi cinta
ada saatnya kuingin, 
kau pun merasakan kegundahan ini;
untuk apa maksud baik?

Cinta, elemen hidup yang tak dimiliki
ia menguasai jiwa manusia
seperti aku kini tak pernah tahu
tak sanggup sampai kini, terlepas

Ada saatnya aku ingin berbagi rahasia
sepi ini sungguh naif...ini takdir
kau dan aku disini namun terpisah
untuk apa saling mengenal?

Untunglah di rumah batinku
ruh memberi dan memaafkan

(Dark Room, June 22, 2012)

Rumah Rindu


Bulan dan bintang.
Kami selalu bertegur sapa dalam kesenyapan malam.
Mengakrabi nyinyir angin yang mengganggu kemesraaan kami dengan embusannya.
Kadang ia membisikkan kegelisahan yang memagutku sampai aku menelusup di balik selimut.

Aku tahu,
diriku bukanlah tentang segalanya ketika dia memanggangku dengan sinar matanya
hingga aku mengabu tak bersisa.

Wahai, siapakah pemilik muslihat penuh dusta ini hingga menghilangkan kedirianku,
mengusikku saat mencari kedalaman kelam pada langit malam.

Aku hanya rinai hujan yang tak akan pernah sampai padanya, pada bulan, pada bintang.
Hanya kembali pada bumi.