Saturday, October 6, 2012

Hitam



Berkabung, kematian, kesedihan, dan masih banyak lagi arti dari kata “hitam”. Banyak yang tidak suka dengan warna ini. Ada yang menafsirkan dengan hal-hal yang berbau negatif seperti klenik, angker, misterius, dan sebagainya.

Aku suka hitam, kucingku hitam, rambutku hitam, mataku dan semua yang melekat di ragaku berwarna hitam (termasuk kulit hehehe). Yang paling tidak kusuka dengan hitam adalah julukan yang diberikan teman-teman sekolah untukku. Julukan yang paling menyakitkan buatku adalah Si Gemblong. Kalian pasti tahu apa itu gemblong. Gemblong adalah jajanan pasar yang terbuat dari ketan dan warnanya hitam. Minder dan malu rasanya mendapat julukan tersebut. Rasanya enggan untuk keluar rumah. Tapi akhirnya aku bisa melampaui semuanya sampai saat ini dengan berusaha untuk menjadi yang terbaik diantara mereka yang mencemoohku.

Mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan besar menjadi suatu kebanggaan tersendiri buatku. Lagi-lagi masalah hitam yang mencuat dan semakin menohok perasaan dan harga diriku. Posisi sebagai seorang sekretaris direksi menjadi pertaruhan antara ego dan harga diri. Diharuskan menjadi cantik, berpenampilan menarik, dan berpostur proposional adalah kendala yang sangat pelik buatku (mungkin juga buat kamu). Kamu lihat saja aku, cantik..enggak. Hitam…iya…Huff..diskriminasi warna kulit dan bentuk tubuh ternyata masih ada di negara ini. Akhirnya, resign menjadi pilihan yang terbaik. Apakah menjadi yang terbaik harus diukur dari fisik saja? Masih banyak perusahaan yang membutuhkan skill dan kecerdasan daripada kecantikan fisik.

Hitam juga bisa menyesatkan. Bisa membuat kita hilang arah. Menggapai dalam pekatnya kegelapan dan membutakan mata hati seperti yang terjadi dengan negara kita saat ini. Hasrat, ambisi, prestige, harta, kedudukan, dan kawan-kawannya telah menghitamkan mata mereka. Hmmm..mereka ternyata tak lebih baik daripada tukang pijat tunanetra yang dalam kehitaman masih bisa melihat jalan terang. Bukannya mencari jalan terbaik dan bekerjasama menyelesaikan berbagai masalah, eh malah membuat negara kita menjadi semakin hitam.

Yang paling unik dan yang paling kusuka dengan hitam adalah Komunitas Punk dengan semua atribut Gothic dan hitamnya. Pada awalnya yang ada di benakku hanya kata seram dan aneh. Ingin rasanya jauuuuuhhh dari mereka. Tapi ternyata tidak bisa. Why?...
Cerita ini terjadi pada waktu aku kuliah sekitar tahun 2000-2005, aku mau tidak mau harus lewat di depan mereka (punkers) baik berangkat maupun pulang kuliah. Mereka setiap hari eksis di dekat kampus (karena markas mereka memang ada disitu). Pada suatu hari, aku ambil kelas malam. Tiba-tiba, ada seorang pria tak dikenal langsung menggandeng tanganku. Kaget sekali pada saat itu. Sempat terjadi pertengkaran kecil. Tak dinyana, beberapa anak punk menghampiri kami dan langsung menghardik pria tersebut. Tentu saja pria tersebut lari tunggang langgang. Bahkan yang aku tidak sangka, mereka (punkers) mengantar sampai di depan kosanku. Jadi terharu melihat dan merasakan kebaikan mereka hiks hiks hiks. Sampai aku lulus, mereka selalu menemaniku tanpa imbalan apapun. Untuk itulah, seluruh isi thesisku mengupas habis tentang ‘Gothic’ dan aku dedikasikan untuk mereka. Pada saat aku wisuda, mereka datang. That’s a moment I never forget in my life. Sampai sekarang, kami masih sering kontak lewat jejaring sosial dan juga telepon. I miss you guys…

Ada banyak hitam di sekitar kita. Hitam kan tidak hanya dilihat dari warna saja. Seperti puisiku yang berjudul “Hitam Warnanya” berikut ini:

Hitam kucingku
Bulunya hitam, warna hitam
Bola mata hitam
Hitam jantung
Hitam hati sehitam malam kelam
Mata hitam yang memandang
Lalu….
Dalam malam ia haus warna hitam
Terbayang kucing malam
Dalam bayang membayang
Keanekaragaman
(penuh bayang hitam membayanginya
Oh, malangnya kucingku)

Nah lho, isi dunia ini penuh dengan keanekaragaman yang sangat indah sekali. Hitam itu berkah. Hitam itu anugerah. Menjadi ‘hitam’ jangan kita sesali karena itu adalah pilihan hidup dari Tuhan untuk kita syukuri. Jangan pernah memandang sebelah mata dan bepikir picik dengan “Hitam”. I love everything about BLACK.





No comments:

Post a Comment