O bulan yang menyimpan kabut malam
Belitlah sukmaku yang sarat beban
Gelap terkerat, terperangkap mata batin
Belum tua benar aku dalam keriput zaman
Lumat nafsu demi nafsu
Langit belah......terpilah angan kasih
Air hujan malas datang membasah
Aku kering dalam kemarau yang marah
"Engkau dalam genggamanku!"
Tak guna jeritkan kalbu
Jangan lumat perih jiwaku
Hingga tak bersisa siksa dalam makna
Hingga kelu lidahku dalam sekarat
Jangan benamkan benakku dalam setiap harap
Jangan jajakan hatiku pada setiap kata
Hingga mereka banyak menghimpun tanya
"Dimana ada luka, dimana ada duka?"
Aku tertawa
Pada bulan yang menyimpan kabut malam

No comments:
Post a Comment