Wednesday, April 25, 2012

Teman Dalam Diamku


Aku berteman dengan matahari
yang membakar impian demi impian...
Aku berteman dengan sang cahaya
yang menyilaukan langkah dan tujuan...
Aku berteman dengan sang awan
yang membawakan segumpal bayangan...
Aku berteman dengan bola kehidupan
yang menyiratkan tanda tanya...
Aku berteman dengan ketiadaan
yang menafikan kegelapan...

Ketika Senja Berbicara


Entah kenapa senja seperti berbicara
Tentang goresan-goresan luka di ujung cakrawala
Bayangannya berubah-ubah warna
Menarik-narik pikiranku yang diam menatapnya

Katakan apa maksud semua ini
Ketika warnamu membekaskan pedih di hati
Apakah engkau seperti jiwa yang terbuang
Ataukah seperti harapan yang hampir hilang

Aku tersentak dari pikiranku
Mencoba tenangkan hatiku kembali
Ketika senja masih mencoba memanggilku
Aku tak berani menatapnya kembali

HITAM

Kanvas kanvas perjalananku,
telah sesak oleh butiran-butiran warna yg menggoreskam sepenggal dmi spenggal kisah yg trlalu panjang tuk dikemas menjadi sebuah cerita.

Pada putih...yg menyucikan hati,jiwa,dan pikiran.
Pada biru...yang menghiasi langit-langit dan dinding perasaan ini.
Pada merah...yang membakar semangat semangat kecilku,menjadi sebuah kobaran dan menghantarkanku pada asa yang ku pahat di tiang tiang kayu.

Seperti ranting yang hampir patah di sebelah tenda.
Namun ingin tetap tegak tuk lantunkan tembang ALAM bagi esok,jua,lusa,dulu.
Dan pada hitam yg menyusup diantara denyut nadiku.
Menyeruak bersama hembusan tiap detik nafas dan langkahku.
Mengalir mengairi kepingan darahku.
Pada hitam yang menemani keluh kesahku,duka,serta segenap ceritaku.

Tentang harapan dan kyakinan,tentang kepedihan dan duka,tentang amarah jiwa.
Tentang cinta...pada alam,kabut,lembah,embun,dan mentari.
Tentang cinta...pada serpihan-serpihan hati dan belahan jiwa.
Tentang cinta...pada lembar lembar dan aroma yang hitam.

Hitamku damai sobat! Seperti mentari yang perlahan permisi mendukung malam.
Hitamku hidup dalam sunyi dan sepi,hidup bagai bintang di padang ilalang.
Hitamku ALAM yang setia menuntunku,temui makna di bentang kebersamaan di sudut sudut kesendirianku.

INI DUNIAKU SOBAT!

Dalam hitam yang damai,bukan hitam kelam terselubung kabut
dan
bila malam terbalut hitam,takkan hitam hadirkan kelam.
Dan bila kelam berselimutkan hitam...

BIARLAH HITAM TETAP HITAM!

Masih ada sepercik terang dalam kegelapan

MALAM..

Ada kayu dibakar, 

langit berbintang, 

gunung yang diam, 

angin yang malas. 

Dan kau yang begitu jauh. 

Mungkin aku harus lebih sering mengasing di lereng tebing, 
karena kota hanya 
mengekalkan jarak, 
karena kau hanya bisa 
dicintai dalam tiada. 
Api di depan tenda semakin redup, 
bintang semakin jauh, 
gunung makin membisu. 
Lalu angin datang pelan 
tidak membawa apa pun. Aku hampir menyebut 
namamu, 
tapi kau 
dan aku 
tak butuh itu. 
Kita hanya perlu diam seperti bintang pada 
gunung. 
Akhirnya nanti, pada 
suatu saat kelak, 
tak akan ada yang berdusta. Saat itu datang, 
cinta kita mungkin padam, 
seperti api di depan tenda 
ketika embun turun.

MARAH!!!



Wahai, siapakah engkau 
yang menghunus pisau 
di sunyi khusyukku, 
menabuh genderang perang dalam kebun damai nusantara 
wahai, tunjukkan mukamu 
dua kelewang sudah aku 
siapkan 
aku 
engkau 
yang mati.

KAU ADA....





Mungkin hanya waktu 

karena nasib adalah perjalanan pasti 
sebelum kenangan itu kita ukir 
di seluruh permukaan hati 
begitulah 
tak perlu risau akan perpisahan 
aku hampir menyadari warna hidup 
dan kerinduan pun ada dlm dua nuansa 
kau...... 
kau seperti pagi yg mesti hadir 
dan malam jodohnya 
keduanya lahir saat fajar tiba 
dan kegelapan pada resahmu berakhir 
walau kadang impian sungguh menyakitkan 
menunda nunda masa depan 
dan ketidakpastian 
mungkin cuma kesabaran 
yang mesti ada 
sambil terlelap dalam kekosongan jiwa 
atau 
kita tak pernah kan terjaga 
Telah kuterima anugerah atas kau 
dari apa yg ada,sebab hidup ini pasti 
aku toh tetap mengenalmu 
di pojok hati yg sepi 
sepi sekali 
aku hadir dalam sepimu 
ketika kau tertawa 
sepi sekali 
kau ada dalam senyap ketika aku lelap 
mungkin aku sekedar mengenalmu 
kumulai yang tak semestinya ada 
tapi aku tetap mengenalmu 
ketika ini,aku tak ada.....