Kanvas kanvas perjalananku,
telah sesak oleh butiran-butiran warna yg menggoreskam sepenggal dmi spenggal kisah yg trlalu panjang tuk dikemas menjadi sebuah cerita.
Pada putih...yg menyucikan hati,jiwa,dan pikiran.
Pada biru...yang menghiasi langit-langit dan dinding perasaan ini.
Pada merah...yang membakar semangat semangat kecilku,menjadi sebuah kobaran dan menghantarkanku pada asa yang ku pahat di tiang tiang kayu.
Seperti ranting yang hampir patah di sebelah tenda.
Namun ingin tetap tegak tuk lantunkan tembang ALAM bagi esok,jua,lusa,dulu.
Dan pada hitam yg menyusup diantara denyut nadiku.
Menyeruak bersama hembusan tiap detik nafas dan langkahku.
Mengalir mengairi kepingan darahku.
Pada hitam yang menemani keluh kesahku,duka,serta segenap ceritaku.
Tentang harapan dan kyakinan,tentang kepedihan dan duka,tentang amarah jiwa.
Tentang cinta...pada alam,kabut,lembah,embun,dan mentari.
Tentang cinta...pada serpihan-serpihan hati dan belahan jiwa.
Tentang cinta...pada lembar lembar dan aroma yang hitam.
Hitamku damai sobat! Seperti mentari yang perlahan permisi mendukung malam.
Hitamku hidup dalam sunyi dan sepi,hidup bagai bintang di padang ilalang.
Hitamku ALAM yang setia menuntunku,temui makna di bentang kebersamaan di sudut sudut kesendirianku.
INI DUNIAKU SOBAT!
Dalam hitam yang damai,bukan hitam kelam terselubung kabut
dan
bila malam terbalut hitam,takkan hitam hadirkan kelam.
Dan bila kelam berselimutkan hitam...
BIARLAH HITAM TETAP HITAM!
Masih ada sepercik terang dalam kegelapan
telah sesak oleh butiran-butiran warna yg menggoreskam sepenggal dmi spenggal kisah yg trlalu panjang tuk dikemas menjadi sebuah cerita.
Pada putih...yg menyucikan hati,jiwa,dan pikiran.
Pada biru...yang menghiasi langit-langit dan dinding perasaan ini.
Pada merah...yang membakar semangat semangat kecilku,menjadi sebuah kobaran dan menghantarkanku pada asa yang ku pahat di tiang tiang kayu.
Seperti ranting yang hampir patah di sebelah tenda.
Namun ingin tetap tegak tuk lantunkan tembang ALAM bagi esok,jua,lusa,dulu.
Dan pada hitam yg menyusup diantara denyut nadiku.
Menyeruak bersama hembusan tiap detik nafas dan langkahku.
Mengalir mengairi kepingan darahku.
Pada hitam yang menemani keluh kesahku,duka,serta segenap ceritaku.
Tentang harapan dan kyakinan,tentang kepedihan dan duka,tentang amarah jiwa.
Tentang cinta...pada alam,kabut,lembah,embun,dan mentari.
Tentang cinta...pada serpihan-serpihan hati dan belahan jiwa.
Tentang cinta...pada lembar lembar dan aroma yang hitam.
Hitamku damai sobat! Seperti mentari yang perlahan permisi mendukung malam.
Hitamku hidup dalam sunyi dan sepi,hidup bagai bintang di padang ilalang.
Hitamku ALAM yang setia menuntunku,temui makna di bentang kebersamaan di sudut sudut kesendirianku.
INI DUNIAKU SOBAT!
Dalam hitam yang damai,bukan hitam kelam terselubung kabut
dan
bila malam terbalut hitam,takkan hitam hadirkan kelam.
Dan bila kelam berselimutkan hitam...
BIARLAH HITAM TETAP HITAM!
Masih ada sepercik terang dalam kegelapan
No comments:
Post a Comment