Belanja dengan cara online shopping
memang menyenangkan. Kita tinggal pilih barang dan harganya. Dalam sekali klik,
tinggal pilih juga cara pembayaran dan pengirimannya. Saya sering membeli
barang-barang dari online shop, entah itu barang elektronik, gadget, buku,
makanan, dan sebagainya. Untuk sistem pembayarannya saya biasanya menggunakan
COD (cash on delivery) atau kartu kredit. Online shop langganan saya yang
terpercaya hanya ada 2, yaitu Lazada dan Tokopedia.
Namun,
lama kelamaan saya terkena batunya dan tidak mau lagi belanja melalui online
shop. Ceritanya berawal dari keinginan membeli sebuah HP CDMA Samsung Bronx
B299 – Romantic Blue seharga Rp 499.000.00 dengan cara pembayaran menggunakan
kartu kredit (karena saya pikir mudah tinggal isi dengan no kartu). Setelah
mendapatkan konfirmasi pemesanan tertanggal 12 Februari 2014 dengan kode
pesanan 302954382 dan statusnya stock tersedia di supplier. Biasanya hanya membutuhkan
waktu sekitar 4 hari dan barang pasti sampai di kantor (saya pakai alamat
pengiriman ke kantor).
Ternyata
ditunggu selama 4 hari itu barang tak kunjung datang. Saya tracking pun
ternyata statusnya masih sama “stock tersedia di supllier” dan display
barangnya di internet masih available/tersedia. Pas hari kelima tanggal 17
Februari 2014 pukul 10.00AM, saya menerima email konfirmasi dari Customer
Service-nya yang menyatakan kalau barang saya tidak tersedia di supplier. Aneh
banget, padahal di display-nya barang available dan tersedia di supplier. Iseng
saya cek lagi barangnya di website-nya, ternyata barangnya masih dipajang dan
available. Benar-benar tidak masuk akal dan konyol alasan mereka.
Mereka
memberikan opsi, apakah saya ingin pergantian barang dengan harga yang sama
atau mau refund. Berhubung sudah sangat kecewa, akhirnya saya mau refund saja.
Dan mereka menyetujui dana saya akan direfund kembali ke kartu kredit saya
dalam estimasi 3 (tiga) sampai 7 (tujuh) hari kerja atau paling lambatnya 14
hari kerja.
Akhirnya
sedikit lega karena tanggal 20 Februari 2014 pukul 11:08AM saya kembali
mendapat email informasi refund beserta attachmentnya. Tapi yang membuat saya shock
adalah pembelian barang tersebut sudah tercetak di tagihan kartu kredit. Jadi
saya harus membayar barang yang tidak pernah saya dapat (hu hu hu). Sampai
tulisan ini dibuat pun, saya tidak lagi belanja barang apapun lewat situs atau
web online shopping. Shock terapi buat yang hobi belanja online. Sekali saya
ucapkan terimakasih karena sudah memberikan pelajaran yang berharga.
Kesimpulannya,
boleh saja belanja atau membeli barang secara online. Tapi alangkah lebih
baiknya menggunakan sistem pembayaran COD (cash on delivery). Jadi, kalau
seandainya barang tidak ada kita juga tidak rugi karena kita diwajibkan
membayar kalau barang sudah sampai tujuan. Hanya sekedar share saja. Jangan
takut untuk belanja lewat situs online dan harus lebih berhati-hati untuk
sistem pembayarannya ya.

No comments:
Post a Comment