Sunday, April 13, 2014

Hati-hati Belanja Online


         

         Belanja dengan cara online shopping memang menyenangkan. Kita tinggal pilih barang dan harganya. Dalam sekali klik, tinggal pilih juga cara pembayaran dan pengirimannya. Saya sering membeli barang-barang dari online shop, entah itu barang elektronik, gadget, buku, makanan, dan sebagainya. Untuk sistem pembayarannya saya biasanya menggunakan COD (cash on delivery) atau kartu kredit. Online shop langganan saya yang terpercaya hanya ada 2, yaitu Lazada dan Tokopedia.

Namun, lama kelamaan saya terkena batunya dan tidak mau lagi belanja melalui online shop. Ceritanya berawal dari keinginan membeli sebuah HP CDMA Samsung Bronx B299 – Romantic Blue seharga Rp 499.000.00 dengan cara pembayaran menggunakan kartu kredit (karena saya pikir mudah tinggal isi dengan no kartu). Setelah mendapatkan konfirmasi pemesanan tertanggal 12 Februari 2014 dengan kode pesanan 302954382 dan statusnya stock tersedia di supplier. Biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 4 hari dan barang pasti sampai di kantor (saya pakai alamat pengiriman ke kantor).

Ternyata ditunggu selama 4 hari itu barang tak kunjung datang. Saya tracking pun ternyata statusnya masih sama “stock tersedia di supllier” dan display barangnya di internet masih available/tersedia. Pas hari kelima tanggal 17 Februari 2014 pukul 10.00AM, saya menerima email konfirmasi dari Customer Service-nya yang menyatakan kalau barang saya tidak tersedia di supplier. Aneh banget, padahal di display-nya barang available dan tersedia di supplier. Iseng saya cek lagi barangnya di website-nya, ternyata barangnya masih dipajang dan available. Benar-benar tidak masuk akal dan konyol alasan mereka.

Mereka memberikan opsi, apakah saya ingin pergantian barang dengan harga yang sama atau mau refund. Berhubung sudah sangat kecewa, akhirnya saya mau refund saja. Dan mereka menyetujui dana saya akan direfund kembali ke kartu kredit saya dalam estimasi 3 (tiga) sampai 7 (tujuh) hari kerja atau paling lambatnya 14 hari kerja.

Akhirnya sedikit lega karena tanggal 20 Februari 2014 pukul 11:08AM saya kembali mendapat email informasi refund beserta attachmentnya. Tapi yang membuat saya shock adalah pembelian barang tersebut sudah tercetak di tagihan kartu kredit. Jadi saya harus membayar barang yang tidak pernah saya dapat (hu hu hu). Sampai tulisan ini dibuat pun, saya tidak lagi belanja barang apapun lewat situs atau web online shopping. Shock terapi buat yang hobi belanja online. Sekali saya ucapkan terimakasih karena sudah memberikan pelajaran yang berharga.

Kesimpulannya, boleh saja belanja atau membeli barang secara online. Tapi alangkah lebih baiknya menggunakan sistem pembayaran COD (cash on delivery). Jadi, kalau seandainya barang tidak ada kita juga tidak rugi karena kita diwajibkan membayar kalau barang sudah sampai tujuan. Hanya sekedar share saja. Jangan takut untuk belanja lewat situs online dan harus lebih berhati-hati untuk sistem pembayarannya ya.
          

No comments:

Post a Comment