Thursday, September 20, 2012

Suara Ruang


Irama menggema memenuhi ruang
Berlatar mendesah
Kadang-kadang menjerit lantang
Senandung mengalun mendayu-dayu
Ketika aku terkenang pada-Mu

Monday, September 17, 2012

Syukur Bunga


Sekuntum mawar,
Mekar di pagar,
Tertegun memandang ke luar,
Lalu lalang orang bermata nanar.
          
Hari berat ditapakinya,
Terik dan hujan ditempuhnya,
Sesuap nasi, sekerat lauk,
Berpuluh tahun runduk berbungkuk.

Bukan salah manusia berpayah,
Hidup mereka panjang rentangnya,
Hanya harta dan kuasa,
Yang menanggung kehadirannya.

Bersimbah peluh, harta di tera
Bersimbah tunduk, kuasa dicinta
Raga melemah, tidak dirasa
Nurani nyeri, apalah daya.

Bahagia aku, senyum mawar berseri
Hidupku hanya berbilang hari
Aku kuncup, mekar lalu mati
Begitu mudahnya kujalani

Bahagia aku ini, si mawar lega
Hidup dan kembang tiada derita
Hanya cinta dan puja yang kudamba
Lalu gugur, harumku tersisa.

Dua Sahabat, Di Depan Tungku Perapian (Kepada: A.J)


Dua sahabat: aku dan kamu
Memandang langit yang gelap
Barangkali kita sedang menyambut gerimis
Dan kabut yang bakal datang.
Kita berdua telah lama tidak saling bertemu
Siapakah kamu?
Burung gagak telah memberi isyarat
Pada usiaku, dan juga kau
Barangkali benar katamu: kita harus tersenyum
Disaat seseorang menyiapkan katil
Dan air kembang di halaman rumah.
Tak perlu takut katamu. Aku setuju.
Seperti yang pernah kita katakan
di depan tungku perapian saat berkemah di kaki gunung,
lima tahun lalu.
Barangkali engkau masih ingat, ketika kita diskusi,
tentang kacang tanah, kedelai, ubi, dan roh puisi yang liar.
Tak ada persahabatan yang abadi, katamu.
Dan kau adalah ujung pisau,
barangkali aku sendiri adalah roh
yang mabuk dan mencari perlindungan
dari perangkap-perangkap.
Kita berdua seperti api.

Gerimis Waktu Subuh


Sisa hujan semalam belum reda
Kabut menyelimuti semua pemandanganku
Tanah lembab, daun-daun menggigil
Angin masih tetap seperti semula
Membawa kabar yang tak pasti

Penantian ini memang panjang
Kesabaran adalah jalan yang melelahkan
Kapan rintik hujan ini berhenti?
Kapan mentari tiba?

(DPR Tekno Lampung, Februari 2004)

Sunday, September 16, 2012

Terminal


Yang kau maksud terminal
Adalah senja
Beranjak malam
Melanglang seribu gelap

Yang kau maksud terminal
Adalah singgahnya          
Sebuah hati pada hatimu
Yang segera kau tepi
Karena hati berhati
Telah ada di belakangmu

Walaupun samar bak senja
Terminal itu adalah kau

(Lampung, 17 Juli 2000)

BUNDA


Menatapmu Bunda…
Ku baca siratan cinta dan pengorbanan tak terkira
Memelukmu Bunda….
Ku rasa hangat dan damai dalam jiwa.

Menyentuhmu Bunda…
Tersengatku oleh kesucian tak tercela
Mencintaimu Bunda…
Berkahku hidup hingga ke surga

Sejuk senyummu…
Walau letih dan sejuta duka terlintas di mata
Teduh tatapanmu…
Meski hati rapuh dan luluh lantak

Mencium kakimu Bunda…
Terbiusku akan nyawa yang kau perjuangkan
Menyakitimu Bunda…
Yakin ku takkan sanggup melakukannya.

(15 Desember 2005)

AYAH


Takkan ada waktu yang sampai
Untuk membiusmu jatuh lalai
Hatimu selalu menyuara
Dalam pilu, dalam teriakan
Berjuang mengartikan semua makna

          Walau bertemankan sepi,
          Diammu menerawang keheningannya
          Dengan kata yang banyak bunyi
          Yang terus menerus meronta
          Wajahmu mencari-cari segala cahaya
          Disudut-sudut lingkaran bumi

Ayah…
Hanya satu yang kau lupa
Rupa senyumku di waktu bayi

(September 2006)

Thursday, July 12, 2012

Di Balik Sebuah Mimpi....


Adik perempuanku tidur untuk selamanya sekitar pukul setengah tujuh pagi. Dia pergi saat matahari baru saja terbit dan memberikan sinarnya pada dunia. Orang-orang yang mengalami hal ini pasti tahu bahwa duniamu akan mendadak terbalik, dan sesuatu di dalam dirimu berubah untuk selamanya

Awalnya, aku yakin aku tidak akan pernah tersenyum lagi, tidak akan pernah lagi menemukan kebahagiaan dari kehidupan yang terus berjalan. Pada saat pemakamannya, aku tetap tidak bisa meneteskan air mata. Tapi, saat aku mulai bisa merasa senang, aku akan merasa bersalah. Bagaimana mungkin aku bisa merasa demikian, setelah kematian adikku?

Di beberapa bulan pertama, malam-malamku terganggu oleh mimpi-mimpi aneh. Tidurku gelisah, kemudian aku akan terbangun dengan terkejut, serta tubuhku basah oleh keringat. Aku memimpikan kecelakaan pesawat, mobil terbakar juga terjatuh dari tepi jembatan dan jurang. Mimpi-mimpi mengerikan itu tampak tidak masuk akal, tetapi sesungguhnya menggambarkan keputusasaan yang kurasakan. Lalu, pada suatu malam, sekitar 3 tahun setelah kematian adikku, aku bermimpi sesuatu yang akan mengubah segalanya.

Dalam mimpi itu, aku sedang duduk di tengah-tengah hadirin, dan bersama-sama kami menyaksikan adikku bernyanyi di panggung. Adikku sangat suka bernyanyi. Saat SMA, dia sering tampil di acara sekolah bersama band-nya. Kami sekeluarga menghadiri sebagian besar acara di sekolahnya. Kini, di dalam mimpiku, dia kembali tampil bermain, berdiri di tengah-tengah panggung. Aku bisa mendengar, bahkan merasakan, musiknya menarikku mendekat ke arahnya, seolah-olah aku mengambang! Satu-satunya keinginanku adalah mendekat kepadanya, sedekat yang kubisa. Tubuhku terangkat. Aku berhenti persis di baris depan penonton. Musik dan lagu indah terus dimainkan, dan aku bisa melihat tangan adikku meraih untuk membalik lembar-lembar kertas lagu di hadapannya. Bagian ini, sebenarnya, ironis, karena dia tidak pernah menggunakan buku atau kertas-kertas lagu ataupun catatan dalam setiap penampilannya….adikku berlatih sampai dia hafal setiap lagu.

Lalu, belum lagi adikku sempat membalik kertas-kertas lagunya, kertas-kertas itu jatuh. Berlembar-lembar kertas terbang ke udara dan jatuh ke lantai di sekitarnya. Musik berhenti. Empat pemain yang ada di belakang adikku juga berhenti bermain musik. Suasana di sekitar menjadi sunyi.Aku berjalan ke depan,berniat mengumpulkan kertas-kertas tadi.

Tiba-tiba, dia menghentikanku. Dia menatap kedua mataku dan menyampaikan pesan yang amat jelas bagiku, meskipun dia tidak mengatakan apa pun. “Gak pa-pa, Mbak. Musik dan lagunya harus berhenti sekarang. Memang sudah seharusnya begitu!”

Rasa damai menyelimuti diriku. Aku tidak tahu mengapa, atau bagaimana, tetapi aku terbangun dengan perasaan damai masih sangat menyatu dalam diriku. Dan perasaan itu tetap tinggal untuk waktu yang amat sangat lama.

Aku percayaa ada begitu banyak hal dalam kehidupan ini yang tidak akan pernah kita pahami. Kita bisa meneriakkan begitu banyak pertanyaan kepada langit, menuntut jawaban. Tetapi, ada kalanya jawaban itu tidak pernah datang, malah sering kali, barangkali melalui mimpi, kita dianugerahi dengan perasaan damai…sesuatu yang melampaui pemahaman mengenai apapun!!

Friday, May 4, 2012

Kata Bijak Filsuf



Phytagoras

• Phytagoras berkata,”jika engkau ingin hidup senang ,mka hendaklah engkau rela di anggap sebgai tidak berakal atau di anggap orang bodoh”.
• Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu.
• Phytagoras berkata,”jangan sekali-kali percaya paada kasih saying yang datang tiba-tiba,karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba pula”.
• Jangan membanggakan apa yang kamu lakukan hari ini, sebab engkau tidaka akan tahu apa yang akan di berikan oleh hari esok.

Plato

• Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja.
• Janganlah engkau berteman dengan orang jahat karena sifatmu akan mencuri sifatnya tanpa engkau sadari.
• Plato berkata ,”Orang yang berilmu mengetahi orang yang bodoh karena dia pernah bodoh,sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang berilmu karena dia tidak pernah berilmu”.
• Budi pekerti yang tinggi adalah rasa malu terhadap diri sendiri.
• Plato di Tanya ,”Bagaimana caranya agar seseorang biasa hidup dengan tenang?”. Dia menjawab ,” Jika orang itutidak melakukan kejahatanh dan tidak beredihh akan sesuatu yang di alaminya,maka dia tentu akan merasa tenang”.
• Kerendahan seseorang di ketahui melalui dua hal : banyak berbicara tentang hal-hal yang tidak berguna,dan bercerita padahal tidak di tanya.
• Jangan terlalu banyak mengenal orang .sebab, kalian lebih sering di sakiti oleh orang yang kalian kenal,sedangkan orang yang tidak kalian kenal nyaris tidak dapat menyakiti kalian.
• Cint6a adalah gerak jiwa yang kosong tanpa pikiran.

Thales

• “orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran teguran keras baginya lenbut daripada sanjungan merdu dari penjilat yang berlebih-lebihan”
• “apabila kamu menasihati orang yang bersalah maka berlemah lembutlah agar dia tidak merasa di telanjangi”
• “orang yang secara sembunyi-sembunyi melakukan suatu perbuatan yang tidak di llakukan secara terang-terangan,ia tidak berharga di hadapan dirinya”


Socrates

• Seseorang menampar pipi Socrates,lalu pada bekas tamparan itu Socrates menulis “Seseorang telah menamparku ini balasan dariku”.
• Socrates di cela karena makan terlalu sedikit, maka di menjawab,“aku makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”.
• Socrates di cela karena di tidak banyak bicara, dia menjawab,”Allah Taala telah menciptakan dua telinga dan satu lidah untukku agar aku banyak mendengar daripada berbicara,tetapi kalian lebih banyak bicara daripada mendengar”.
• Setelah berusia tua,Socrates,belajar musik. Lalu ada orang berkata padanya,” apakah engkau tidak malu belajar di usia tua?”. Dia menjawab,” Aku merasa lebih malu menjadi orang yang bodoh di usia tua”.
• Socrates berkata,”Cobalah dulu,baru cerita. Pahamilah dulu,baru menjawab. Pikirlah dulu,baru berkata.Dengarlah dulu,baru beri penilaian .Bekerjalah dulu,baru berharap.

• Socrates berkata ,” kesedihan membuat akal terpana dan tidak berdaya.jika anda tertimpa kesedihan, terimalah dia dengan keteguhan hati dan berdayakanlah akal untuk mencari jalan keluar”.
• Janganlah engaku menceritakan isi jiwamu kepada oarng lain,karena sungguh jelek orang yang menaruh hartanya di rumah dan memerkan isinya.
• Kesejahteraaan memberikan peringatan,sedangkan bencana memberi nasihat.
• Janagn mengomentari kesalahan orang lain, karena orang itu akan mengambil manfaat dari ilmumu lalu di menjadi musuhmu.

Tuesday, May 1, 2012

My Ode to Crush

I love someone,
It's so true,
Is it the same for you?
I think of him all day long,
Even though I know it's wrong,
For he is with another,
How jealus I am of that other,
She's my best friend,
and I don't want our friendship to end
I don't want it to end over a boy,
Even though she can annoy,
I try to think he's not worth it,
but if I can't have him I'll have a fit,
Sometimes I want to cry,
Cause he can tell a good lie,
Making me want to blush and die,
But he can also lift me off my feet,
Just to knock me down with a simple sound,
A sound of a word,
Such a heartbreaking word,
Yes,
Yes I wil date you,
Yes I will love you,
Yes I will be yours,
But at the same time it's a no,
No he won't date me,
no he won't love me,
No he won't be mine,
But the worst part is he has said those yes words to me,
but they have never be.

One's trust is developed, throughout time.
When trust i smisplaced or lost
your whole life shatters.
You create a barrier, for your upcoming frienships
Youy create distance
Not by foosteps, but by meter.
Each centimeter apart, shows a step away
YOur emotions have been played around with
Treated and played for a fool.
YOur left speechless and alone.
Quiet as to what is going on around you.
You've embraced misery, shame, guilt.
Back stabbing from the front end
can serioulsy wound your soul....