Yang
kau maksud terminal
Adalah
senja
Beranjak
malam
Melanglang
seribu gelap
Yang kau maksud terminal
Adalah singgahnya
Sebuah hati pada hatimu
Yang segera kau tepi
Karena hati berhati
Telah ada di belakangmu
Walaupun
samar bak senja
Terminal
itu adalah kau
(Lampung,
17 Juli 2000)
No comments:
Post a Comment