Monday, September 17, 2012

Syukur Bunga


Sekuntum mawar,
Mekar di pagar,
Tertegun memandang ke luar,
Lalu lalang orang bermata nanar.
          
Hari berat ditapakinya,
Terik dan hujan ditempuhnya,
Sesuap nasi, sekerat lauk,
Berpuluh tahun runduk berbungkuk.

Bukan salah manusia berpayah,
Hidup mereka panjang rentangnya,
Hanya harta dan kuasa,
Yang menanggung kehadirannya.

Bersimbah peluh, harta di tera
Bersimbah tunduk, kuasa dicinta
Raga melemah, tidak dirasa
Nurani nyeri, apalah daya.

Bahagia aku, senyum mawar berseri
Hidupku hanya berbilang hari
Aku kuncup, mekar lalu mati
Begitu mudahnya kujalani

Bahagia aku ini, si mawar lega
Hidup dan kembang tiada derita
Hanya cinta dan puja yang kudamba
Lalu gugur, harumku tersisa.

No comments:

Post a Comment