Mekar
di pagar,
Tertegun
memandang ke luar,
Lalu
lalang orang bermata nanar.
Hari berat ditapakinya,
Terik dan hujan ditempuhnya,
Sesuap nasi, sekerat lauk,
Berpuluh tahun runduk berbungkuk.
Bukan
salah manusia berpayah,
Hidup
mereka panjang rentangnya,
Hanya
harta dan kuasa,
Yang
menanggung kehadirannya.
Bersimbah peluh, harta di tera
Bersimbah tunduk, kuasa dicinta
Raga melemah, tidak dirasa
Nurani nyeri, apalah daya.
Bahagia
aku, senyum mawar berseri
Hidupku
hanya berbilang hari
Aku
kuncup, mekar lalu mati
Begitu
mudahnya kujalani
Bahagia aku ini, si mawar lega
Hidup dan kembang tiada derita
Hanya cinta dan puja yang kudamba
Lalu gugur, harumku tersisa.

No comments:
Post a Comment