Sunday, September 16, 2012

BUNDA


Menatapmu Bunda…
Ku baca siratan cinta dan pengorbanan tak terkira
Memelukmu Bunda….
Ku rasa hangat dan damai dalam jiwa.

Menyentuhmu Bunda…
Tersengatku oleh kesucian tak tercela
Mencintaimu Bunda…
Berkahku hidup hingga ke surga

Sejuk senyummu…
Walau letih dan sejuta duka terlintas di mata
Teduh tatapanmu…
Meski hati rapuh dan luluh lantak

Mencium kakimu Bunda…
Terbiusku akan nyawa yang kau perjuangkan
Menyakitimu Bunda…
Yakin ku takkan sanggup melakukannya.

(15 Desember 2005)

No comments:

Post a Comment