Menatapmu
Bunda…
Ku
baca siratan cinta dan pengorbanan tak terkira
Memelukmu
Bunda….
Ku
rasa hangat dan damai dalam jiwa.
Menyentuhmu
Bunda…
Tersengatku
oleh kesucian tak tercela
Mencintaimu
Bunda…
Berkahku
hidup hingga ke surga
Sejuk
senyummu…
Walau
letih dan sejuta duka terlintas di mata
Teduh
tatapanmu…
Meski
hati rapuh dan luluh lantak
Mencium
kakimu Bunda…
Terbiusku
akan nyawa yang kau perjuangkan
Menyakitimu
Bunda…
Yakin
ku takkan sanggup melakukannya.
(15
Desember 2005)

No comments:
Post a Comment