Dengan silet kusayat biji mata kamu karena kamu
tak gerah memandang kebodohan dan kemiskinan bertumpu.
Padahal keterpurukan dan kehancuran
seperti gadis cantik yang sedang diintai para pemburu.
Dengan silet kusayat otak benak kamu karena kamu
dengan licik mencipta api dan tangan-tangan besi
memasang telinga di seluruh tembok dan dinding rumah kami
lalu diam-diam kamu jerat dan kamu pasung
seluruh hak kami.
Dengan silet kusayat dada dan kantung hati kamu
karena kamu selalu tampil dengan segala atas nama
menjual segala yang kami harap dan suka
lalu demi kedudukan kamu tiup partai jadi surga.
Dengan silet kusayat kedua mulut kamu
karena kamu sering memberanakkan kata-kata tanpa pernikahan
rasa najis dan haram jaddah karenanya
kami selalu tertipu dengan janji-janji kamu

No comments:
Post a Comment