Takkan
ada waktu yang sampai
Untuk
membiusmu jatuh lalai
Hatimu
selalu menyuara
Dalam
pilu, dalam teriakan
Berjuang
mengartikan semua makna
Walau bertemankan sepi,
Diammu menerawang keheningannya
Dengan kata yang banyak bunyi
Yang terus menerus meronta
Wajahmu mencari-cari segala cahaya
Disudut-sudut lingkaran bumi
Ayah…
Hanya
satu yang kau lupa
Rupa
senyumku di waktu bayi
(September
2006)
.jpg)
sentimentale, but I love it.
ReplyDeletemewakili sebagian dari diri saya (yg kadang terlalu angkuh untuk mengakuinya).
:)
:)
:)
jangan patah arang untuk terus menulis walau belum/tidak ada yg berkomentar.
salam,
Fajaryanto Suhardi