Telah berulangkali kucoba menepis
Bayang-bayang wajahmu dari mimpiku
Namun senyum di bibirmu telah menggurat
Malam-malamku pedih.
Telah berulangkali kucoba lupakan
Merdu nada suaramu alunkan asmara
Tetapi kata-katamu demikian merasuk
Ke dalam samudera sukma
Telah berulangkali kucoba hapuskan
Namamu dari lembar-lembar kalbu
Namun setiap kutemukan cinta
Hanya tersebut sebuah nama
dari bibirku yang gemetar, namamu.
Sedang dari kembaraku yang panjang
Telah berulangkali kutikamkan
Belati cintaku, hingga tak bisa lagi
Kubedakan rintih tangis keputusasaan
Dan tatap sarat oleh dendam membara
Cinta yang terluka.
Barangkali kita tak harus musnahkan
Potret masa silam betapapun buruknya.
Karena ia telah terlukis
Di setiap dinding hati
Telah kugadaikan seluruh khayalku
Untuk memahami setiap kata cinta
Yang terungkap dari bayang-bayang
Senyummu mengembang-mengacaukan
Detak jantungku.
Telah demikian lama kutunggu
Tetes-tetes embun di kelopak bunga
Yang mampu sejukkan hatiku
Gelisah oleh rindu asmara.
Namun tampaknya sia-sia jua
Karena aku tak pernah mampu memaahami
Getar senyum di bibirmu.
.jpg)
kereeeeennn
ReplyDeletewaa jago bikin puisi mba shasha...
ReplyDeleteAlhamdulilah mbk Rahmi..dr dlu cm msh malu..soalnya ada yg bilang klo puisi tu noraaaakkk abeeeesss hehehehe
ReplyDeleteno comment...
ReplyDelete